Rekor MURI Kecapi-Karungut: Yetty Dorong Pendidikan Karakter Berbasis Budaya Dayak
- account_circle dev
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Yetty Indriana. Foto: Ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUDUTKALTENG, Kuala Kapuas – Anggota DPRD Kabupaten Kapuas, Yetty Indriana, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Kapuas yang berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kategori “Bermain Kecapi Sambil Bersenandung Karungut oleh Peserta Didik Terbanyak.”
Kegiatan yang digelar di Rumah Betang Maggatang Utus (8/12/2025) ini dinilai sebagai langkah fundamental dalam pelestarian budaya Dayak.
Yetty Indriana menilai, kegiatan ini bukan sekadar upaya pemecahan rekor semata, tetapi merupakan momentum penting untuk membangkitkan kembali kecintaan generasi muda Kapuas terhadap warisan seni dan budaya leluhur.
“Pencatatan Rekor MURI ini adalah sarana yang efektif untuk menanamkan rasa bangga dan cinta budaya Dayak. Ini adalah langkah maju dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis identitas lokal,” ucap Yetty Indriana.
Ia juga menyambut baik pencanangan Penggunaan Lawung/Sumping di Lingkungan Sekolah pada Hari Tertentu Tahun 2025.
Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan visi DPRD Kapuas dalam memperkuat identitas lokal melalui pendidikan.
Bupati Kapuas HM Wiyatno sebelumnya menegaskan bahwa kegiatan ini adalah tentang kebangkitan jati diri budaya Dayak, di mana Karungut dan kecapi membentuk karakter dan moral generasi.
Yetty Indriana menekankan pentingnya nilai-nilai luhur Huma Betang—seperti Handep (gotong royong), Hapakat (musyawarah), dan Hinting Pali (aturan adat)—terus diwariskan dalam dunia pendidikan Kapuas.
Legislator Partai Gerindra ini berharap, komitmen Pemkab Kapuas dalam menjaga warisan budaya ini dapat terus berkelanjutan, sehingga identitas lokal Dayak semakin kuat di era modern.(ai)
- Penulis: dev
