Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Umum » Dibalik Candaan: Body Shaming dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental

Dibalik Candaan: Body Shaming dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Mental

  • account_circle dev
  • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam kehidupan sehari-hari, candaan sering dianggap sebagai bumbu interaksi sosial. Di meja makan keluarga, obrolan bersama teman, hingga kolom komentar media sosial, komentar tentang bentuk tubuh kerap dilontarkan dengan nada ringan: “Kok tambah gemuk?”, “Kurus banget, nggak makan ya?”, atau “Kalau putih pasti cantik.” Sayangnya, candaan semacam ini sering kali luput disadari sebagai bentuk body shaming—penghinaan terhadap tubuh seseorang—yang meninggalkan luka lebih dalam daripada yang terlihat.

Dari sudut pandang perempuan, body shaming bukan sekadar komentar sepele. Perempuan sejak lama hidup dalam tekanan standar kecantikan yang sempit: tubuh langsing, kulit cerah, wajah mulus, dan proporsi tertentu. Standar ini diwariskan secara sosial dan kultural, bahkan kadang dilegitimasi secara tidak sadar oleh lingkungan terdekat. Akibatnya, perempuan sering tumbuh dengan rasa tidak aman terhadap tubuhnya sendiri, merasa “kurang” dan terus membandingkan diri dengan orang lain. Body shaming menjadi persoalan utama karena ia menyentuh identitas, harga diri, dan kesehatan mental perempuan secara langsung.

Menurut pengalaman sosial yang saya amati, banyak perempuan memilih diam ketika tubuhnya dijadikan bahan candaan. Diam bukan berarti setuju, melainkan sering kali karena takut dianggap baper, tidak humoris, atau berlebihan. Padahal, di balik senyum yang dipaksakan, ada rasa malu, marah, bahkan benci pada diri sendiri. Dalam jangka panjang, body shaming dapat memicu kecemasan, depresi, gangguan makan, hingga hilangnya rasa percaya diri. Ini bukan sekadar isu personal, melainkan persoalan kemanusiaan.

Nilai-nilai Islam sejatinya hadir sebagai rahmat yang membebaskan manusia dari penindasan, termasuk penindasan verbal. Al-Qur’an dengan tegas mengingatkan: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik dari mereka…” (QS. Al-Hujurat: 11). Ayat ini menegaskan bahwa merendahkan orang lain, dalam bentuk apa pun, bertentangan dengan akhlak Islam. Tubuh manusia adalah ciptaan Allah yang sempurna sesuai hikmah-Nya, bukan objek ejekan.

Dari perspektif keperempuanan, body shaming juga berkaitan dengan keadilan. Keadilan berarti memberi ruang aman bagi perempuan untuk menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi berdasarkan tubuh. Islam memuliakan perempuan bukan karena penampilan fisik, melainkan karena ketakwaan dan akhlaknya. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta, tetapi melihat hati dan amal perbuatan. Nilai ini seharusnya menjadi landasan dalam membangun relasi sosial yang lebih manusiawi.

Refleksi penting yang perlu dihadirkan adalah bagaimana kita, sebagai individu dan masyarakat, bisa lebih berempati. Menghentikan body shaming bukan hanya soal menahan lisan, tetapi juga mengubah cara pandang. Perempuan perlu didukung untuk mencintai tubuhnya sebagai amanah, bukan beban. Pendidikan keluarga, lingkungan sosial, dan ruang digital harus menjadi tempat yang menumbuhkan rasa aman dan saling menghargai.

Sebagai penutup, dibalik candaan tentang tubuh, ada dampak nyata terhadap kesehatan mental yang sering diabaikan. Sudah saatnya kita lebih bijak dalam berbicara dan lebih peka dalam bercanda. Harapannya, masyarakat dapat membangun budaya yang menghormati martabat manusia, menjunjung keadilan gender, dan selaras dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Dengan demikian, perempuan dapat tumbuh sebagai pribadi yang utuh, sehat secara mental, dan berdaya dalam kemanusiaannya.

Penulis : Najla Shava Dwifa Hasanah, asal Cabang HMI Palangkaraya, peserta Latihan Khusus Kohati (LKK) HMI Cabang (P) Tanah Laut.

  • Penulis: dev

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMG 20251214 145457 434

    Sekda Barito Utara Hadiri Exit Meeting Tim BPK Kalteng, Bahas Pertanggungjawaban Keuangan 2025

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle dev
    • 0Komentar

    SUDUTKALTENG, Muara Teweh – Sekda Kabupaten Barito Utara, Drs. Muhlis, M.AP, mewakili Pemerintah Kabupaten, memimpin jalannya Exit Meeting dengan Tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan penting Pemerintah Daerah ini berlangsung pada Sabtu pagi (13/12/2025) di Ruang Rapat A Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Utara. ​Pertemuan resmi ini merupakan tahap akhir dari Pemeriksaan […]

  • images (9)

    Legislator Ini Desak Pemkab Perketat Pengawasan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Nataru

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle dev
    • 0Komentar

    SUDUTKALTENG, Kjalan Kapuas – Legislator Kapuas meminta Pemkab setempat meningkatkan pemantauan dan pengawasan secara intensif terhadap harga dan ketersediaan kebutuhan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Ini disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kapuas, Yohanes. Yohanes menuturkan bahwa langkah pemantauan dan pengawasan yang ketat sangat krusial dilakukan pada akhir tahun […]

  • Sistem Pemilihan Ketua DPC PKB Barito Utara Diperbarui

    Sistem Pemilihan Ketua DPC PKB Barito Utara Diperbarui

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    MUARA TEWEH – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di aula Barakati, Muara Teweh, Rabu (8/04/2026). Muscab tersebut di ikuti oleh empat kabupaten das barito yakni Barito Utara, Barito Timur, Barito Selatan dan Murung Raya, termasuk dalam zona I. Sekretaris DPC PKB Barito Utara Parmana Setiawan, menjelaskan Muscab dihadiri pengurus DPW dan DPP, […]

  • IMG 20251205 203640 382

    Menteri LHK Resmikan Pusat Suaka Owa di Barito Utara

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle dev
    • 0Komentar

    SUDUTKALTENG, Muara Teweh – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Raja Juli Antoni, mengukuhkan Kabupaten Barito Utara sebagai pusat konservasi primata dengan meresmikan Pusat Suaka Owa (Owa Sanctuary Center). Kunjungan ini dilakukan di fasilitas yang dikelola oleh Yayasan Kalaweit Indonesia di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dikutip dari Diskominfosandi, Jumat (5/12/2025). Peresmian ini menjadi simbol […]

  • IMG 20250527 WA0039 (1)

    DPRD Apresiasi Gebyar Pajak Daerah, Dorong Kepatuhan Demi Pembangunan Kapuas

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle dev
    • 0Komentar

    SUDUTKALTENG, Kuala Kapuas – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kapuas, Berinto, menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kapuas yang menggelar Gebyar Pajak Daerah. Acara yang bertujuan memberikan penghargaan kepada wajib pajak taat ini dinilai Berinto sebagai strategi efektif untuk mendorong peningkatan kepatuhan pajak masyarakat Kapuas. Acara Gebyar Pajak yang berlangsung meriah di […]

  • 194139 img 20250703 wa0076 e1751616159645 1024x688

    Masyarakat Diajak Berpartisipasi Awasi Transparansi Pasak Talawang Demi Kepercayaan Publik

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle dev
    • 0Komentar

    SUDUTKALTENG, Kuala Kapuas – Anggota DPRD Kapuas, Kusmanto, menyambut baik pelaksanaan Sosialisasi Antikorupsi Pasak Talawang, namun ia menekankan bahwa keberhasilan Pencegahan Korupsi Kapuas tidak hanya bergantung pada aparatur, tetapi juga pada peran aktif masyarakat. Kusmanto secara eksplisit mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi melalui fungsi pengawasan sosial. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan warga sangat penting dalam […]

expand_less