Pemkab Barito Utara Evaluasi Langkah Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rapat evaluasi dan koordinasi penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Aula Setda Kabupaten Barito Utara, Kamis (15/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut) menggelar rapat evaluasi dan koordinasi penanganan peningkatan eskalasi kebakaran hutan dan lahan tahun 2026, di Aula Setda Kabupaten Barito Utara, Kamis (15/10/2026).
Dalam rapat tersebut pemerintah memperpanjang status tanggap darurat Karhutla selama tujuh hari ke depan. Meski jumlah titik api mengalami penurunan, kabut asap yang masih pekat membuat kesehatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan pentingnya pemantauan kualitas udara secara rutin setiap hari. Selain itu, pemerintah daerah diminta memastikan distribusi masker kepada masyarakat, kesiapsiagaan layanan kesehatan, serta pembatasan aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Menurutnya, berbagai langkah tersebut perlu dilakukan untuk meminimalkan risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki masalah pernapasan.
Selain menangani dampak kabut asap, Pemkab Barito Utara juga mengoptimalkan distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi di tengah kondisi cuaca yang masih berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.
Seluruh perangkat daerah dan unsur terkait diminta tetap siaga, memperkuat koordinasi, serta bergerak bersama dalam penanganan Karhutla dan dampaknya. Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya respons cepat agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani secara optimal.
Pemkab Barito Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan berperan aktif dalam mencegah Karhutla. Masyarakat juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta melindungi keluarga dari dampak buruk kabut asap.
Melalui langkah penanganan terpadu dan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan dampak Karhutla di Kabupaten Barito Utara dapat ditekan, sekaligus menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat selama masa tanggap darurat. (eza)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar