Pemkab Barito Utara Pacu Infrastruktur dan Layanan Kesehatan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Bupati Barito Utara, Shalahuddin, (tengah) saat kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (17/10/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus memacu pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Barito Utara, Shalahuddin, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, tetapi juga harus didukung infrastruktur yang memadai, pelayanan kesehatan yang berkualitas, serta ketersediaan sarana air bersih bagi masyarakat.
Dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026), pada kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program revitalisasi sekolah di SDN 7 Lanjas dan TK Ceria bersama Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Kalimantan Tengah, Bupati Shalahuddin menyampaikan bahwa pembangunan lintas sektor perlu dilakukan secara terarah dan berkelanjutan.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah terus mendorong pembangunan jalan dan jembatan strategis untuk memperkuat konektivitas antarwilayah. Sejumlah pekerjaan yang menjadi perhatian di antaranya pembangunan Jembatan Sikan-Tumpung Laung di Kecamatan Montallat serta penanganan akses jalan di Kecamatan Lahei.
Pembangunan tersebut diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan akses terhadap fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.
Pemkab Barito Utara juga menargetkan seluruh kecamatan dapat terhubung melalui jalur darat pada periode 2028–2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi keterisolasian wilayah dan memangkas waktu tempuh masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Selain pembangunan infrastruktur, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya melalui pengembangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muara Teweh.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah mendorong peningkatan status RSUD Muara Teweh dari rumah sakit Kelas C menjadi Kelas B. Untuk mendukung rencana tersebut, Pemkab Barito Utara menargetkan peningkatan jumlah dokter spesialis dari sekitar 18 orang saat ini menjadi 30 orang.
Pemenuhan tenaga medis spesialis dinilai penting untuk memperkuat kapasitas pelayanan rumah sakit, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih lengkap dan berkualitas.
Di samping itu, penyediaan sarana air bersih juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pembangunan berbagai sektor tersebut diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara. (eza)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar