Datangkan Ketua Asosiasi Bawang Merah Nganjuk, Pemkab Barito Utara Perkuat Ketahanan Pangan
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Yusia Tingan. Foto : Apreza Khadafi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MUARA TEWEH – Pemerintah Kabupaten Barito Utara terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan komoditas bawang merah. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah dengan mendatangkan langsung Ketua Asosiasi Bawang Merah Kabupaten Nganjuk, Akat, yang dijadwalkan hadir pada Kamis (7/5/2026) mendatang.
Kehadiran tokoh pertanian dari sentra bawang merah nasional tersebut menjadi tindak lanjut konkret setelah jajaran Pemerintah Kabupaten Barito Utara sebelumnya melaksanakan studi tiru ke Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, guna mempelajari sistem pengelolaan pertanian bawang merah yang telah terbukti berhasil.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya serius pemerintah daerah untuk membangun kemandirian pangan, khususnya dalam sektor hortikultura.
“Studi tiru kami beberapa waktu lalu ke Nganjuk adalah langkah yang tepat untuk mendapatkan pengetahuan langsung dari sumbernya,” ujar Wabup Felix saat ditemui di Gedung DPRD Barito Utara.
Menurutnya, Nganjuk merupakan daerah yang telah lama membangun ekosistem pertanian bawang merah secara berkelanjutan, mulai dari pola tanam, pengelolaan hasil panen, hingga penguatan kelembagaan petani.
Ia menilai, keberhasilan tersebut tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan, mulai dari kegagalan hingga akhirnya mampu menjadi salah satu penyangga ketahanan pangan nasional.
“Pertanian bawang merah di sana sudah mengalami pasang surut, kegagalan, dan kebangkitan hingga akhirnya hari ini mampu menjadi wilayah ketahanan pangan nasional untuk bawang merah,” jelasnya.
Felix mengatakan, kehadiran Ketua Asosiasi Bawang Merah Nganjuk nantinya diharapkan dapat memberikan masukan langsung mengenai kesiapan Barito Utara, sekaligus menjadi ruang bertukar pikiran untuk mengetahui kekurangan yang masih perlu dibenahi.
Dirinya juga ingin agar pengalaman sukses Nganjuk dapat menjadi referensi penting dalam membangun pertanian bawang merah di wilayah berjuluk Iya Mulik Bengkang Turan.
“Apa yang selama ini kita anggap sulit dan tidak bisa, sering kali karena ketidaktahuan kita. Ini adalah kesempatan besar untuk menggali ilmu dari mereka agar kita bisa meniru keberhasilan tersebut,” ungkap Felix.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pengembangan bawang merah tidak hanya akan dilakukan dalam skala percontohan pemerintah, tetapi nantinya akan diperluas ke sembilan kecamatan di Kabupaten Barito Utara.
Namun demikian, fokus utama pemerintah saat ini bukan semata pada aspek bisnis, melainkan pada penguatan ketahanan pangan daerah.
“Kita coba dulu dari sisi pemerintah untuk memulai dan menanam. Jika berhasil, kita tidak ingin langsung bicara bisnis besar, tetapi bagaimana ini menjadi kekuatan ketahanan pangan daerah kita terlebih dahulu,” tegasnya.
Felix menambahkan, komoditas bawang merah bersama cabai selama ini menjadi salah satu penyumbang utama inflasi daerah, sehingga pengembangan produksi lokal menjadi langkah penting untuk menekan gejolak harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan strategi ini, Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap mampu menciptakan kemandirian pangan yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang baru bagi sektor pertanian sebagai penopang ekonomi masyarakat pedesaan. (eza)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar